Kamis, 29 September 2011

Tata Cara Menanam Kangkung



I.      LATAR BELAKANG
            Usaha kecil kebun kangkung
biji,sangat di minati oleh masyarakat Indramayu yang berudara panas. Dengan
kondisi pasar dan konsumen yang banyak,membuat usaha kebun kangkung biji banyak
di produksi oleh sebagian masyarakat. Ketika musim hujan tiba,pesawahan banyak
di tanami Padi,ketika musim panas atau kemarau datang,banyak dimanfaatkan sebagai
perkebunan palawija salah satunya adalah kangkung biji, hal yang demikianklah yang
mendorong kami untuk Menggeluti usaha kebun kangkung biji dan  makin berkembang di musim seperti saat ini.

II.      TUJUAN
Di bangunnya usaha kecil kebun kangkung biji ini,semata-mata
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indramayu dan sekitarnya, juga
mengurangi tingkat pengangguran di daerah Indramayu,dengan ini mungkin kami akan
sedikit membantu kebutuhan masyarakat Indramayu.

BAB II
ISI / PROSES PRODUKSI

I.      BAHAN -
BAHAN
    1. Biji kangkung berkwalitas tinggi
    2. Abu
    3. Air
    4. Area yang akan ditanami
    5. Pupuk urea dan obat penyubur kangkung
II.      ALAT - ALAT
    1. Gancu yang terbuat dari kayu
    2. Tali sebagai pengukur jauh dekatnya penanaman kangkung biji
    3.  Sabit
    4.  Tali yang terbuat dari batang pisang

III.      PROSES PEMBUATAN
Di dalam memproduksi penanaman Kangkung biji,langkah
pertama yang harus di lakukan adalah:
  1. Tersedianya lahan yang kosomg dan siap untuk di tanami kangkung biji,seperti : Sawah,Pekarangan,Kebun,dan lain sebagainya.
    2. Tanah atau lahan yang akan di tanami,terlebih dahulu di aliri air,agar saat penanaman lebih mudah,dan sediakan gancu sebagai alat untuk melubangi lahan yang akan di tanami Kangkung biji,dan juga tali sebagai pengukur untuk melubangi lahan yang akan di tanami kangkung biji.
    3. Masukan Kangkung biji terhadap lubang yang sudah di sediakan, kira-kira dalam penanamannya satu lubang harus 5 sampai 6 biji,agar dalam pertumbuhannya bagus dan teratur,yang kemudian di tutup -dengan abu yang berair ke dalam lubang yang sudah di isi dengan biji kangkung tersebut .

    1. ketika tanaman berusia 2-3 hari,aliri air secukupnya yang kemudian pada usia 1 minggu kangkung sudah siap di kasih pupuk  dalam pengairannya kira-kira harus
    2. 5-6 hari sekali agar tanaman kangkung tetap subur,di karenakan kangkung biji berbeda dengan kangkung air,kalau pengairan terhadap kangkung air,lahan penanaman harus lembab dan berair,sedangkan kangkung biji cukup 5-6 hari sekali dalam pengairannya,karena dengan pengairan yang banyak ,kangkung biji sangat sensitif dengan air dan akan membuat pertumbuhannya kurang bagus.
    3. Dalam usia 20 hari dan panjang tanaman kangkung sekitar 40 cm,kangkung biji siap untuk dipanen.Dan dalam tahap pengikatannya, kangkung harus di bersihkan terlebih dahulu dari rumput dan daun yang kurang bagus ,dalam pengikatannya berukuran sekitar satu genggam tangan orang dewasa,setelah proses pengikatan selesai kangkung siap di pasarkan dengan harga 1 ikatnya Rp.300,-(Tiga Ratus Rupiah).
Setelah
panen sudah selesai, tahap selanjutnya lahan di aliri air kembali dan di kasih
pupuk. Setiap 2 minggu setelah panen pertama,kangkung sudah siap di panen
kembali dan terus berulang secara terus menerus sampai akarnya layu dan mati
tak tumbuh lagi.

IV.      MENGHITUNG LABA/RUGI
Berikut adalah rincian biaya dari mulai penanaman hingga
dipasarkan adalah sebagai berikut :
Diketahui :
Ø  Harga biji kangkung@kg     = Rp.40.000 x 3 = Rp.120.000/6 baris
Ø  Air (diesel )                         = Rp.10.000 x 3 = Rp.30.000/6 baris
Ø  Pupuk                                 = Rp.10.000 x 2 = Rp.20.000/6 baris
Ø  Biaya pengikatan@baris      = Rp.20.000 x 6 =Rp.120.000/6 baris

Disederhanakan biaya untuk setiap barisnya adalah sebagai berikut:
Ø  Harga biji kangkung                          =Rp.20.000,-
Ø  Air (diesel)                                       =Rp.5.000,-
Ø  Pupuk                                              =Rp.3.400,-
Ø  Biaya pengikatan kangkung              =Rp.20.000,-
            Jumlah biaya                             =Rp.48.400,-

Dalamsetiap baris lahan yang berukuran panjang 20 meter dan lebar 2 meter,mampu mendapatkan kangkung sebanyak 400 ikat.Untuk setiap baris :
Harga
pokok               =Rp.48.400
Jumlah
hasil produksi    = 400( ikat )
harga
pokok : jumlah hasil produksi = Rp.48.400 : 400 = 121                            
harga dibulatkan=Rp.300  = Rp.300 – 121 = Rp.179 =Rp.179 x 400 =  Rp.71.600
Keuntungan                =Rp.71.600 / hari
          Keuntungan dalam setiap panen
=Rp.71.600 x 6 baris =Rp.429.600
Dalam setiap bulannya ,panen kangkung hingga 2 kali panen = Rp.429.600 x 2 (panen) =Rp.859.200/bulan
Apabila di kali 1 tahun =Rp.859.200 x 12 = Rp.10.310.400
(sepuluh juta tiga ratus sepuluh ribu empat ratus rupiah)


V.      SASARAN KONSUMEN
1.      Orang dewasa
2.      masyarakat sekitar
3.      ibu – ibu rumah tangga
4.      pedagang eceran


VI.      SKETSA GAMBAR

Keterangan :
Proses
yang pertama yaitu berawal dari produsen yang kemudian melakukan proses
produksi,dan kemudian menjual hasil produksi kepada pedagang eceran dn
selanjutnya pedagang eceran menjualnya kepada konsumen


BAB III
   PENUTUP

I.      FAKTOR PENDUKUNG
1.
Tersedianya tenaga dalam proses pengikatan
2.
Tersedianya lokasi pasar yang dekat
3.
tersedianya lahan penanaman yang luas

II.      FAKTOR
PENGHAMBAT
1. kurangnya persediaan air dalam
pengairannya
2.
persaingan pasar yang cukup banyak
3.
serangan hama  dalam pertumbuhannya

III.      KESIMPULAN
            Produksi usaha kecil kangkung biji adalah
salah satu usaha yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat menengah ke
bawah.Di dalam membuka peluang usaha ataupun usaha kecil lainnya,harus
memperhatikan tempat dan antusias terhadap kebutuhan konsumen. Alhamdulillah puji
syukur,di dalam lingkumngan masyarakat Indramayu, banyak sekali penikmat
kangkung biji ,dan ini adalah sebagai penunjang tau pendorong untuk masyarakat
Indramayudari mulai saat ini dapat membuka suatu usaha kecil,yang semata-mata
untuk meningkatkan perekonomian dan taraf hidup.
            Oleh karena itu, Pemerintah daerah
harus ikut serta dalam mendorong masyarakatnya untuk melakukan usaha,dengan di
sediakannya segala yang di butuhkan oleh masyarakatnya,karena suatu daerah
dapat di katakan maju bilamana masyarakatnya sudah memuli kemajuan dan
kemandirian untuk daerah dan wilayahnya sendiri.



10
IV.  SARAN
Diharapkan dengan adanya proposal yang kami buat ini menjadi pedoman dan tuntunan kepada para siswa khususnya bagi pembaca. Diharapkan pula agar peserta didik lebih menuangkan ide kreatifnya dan mungkin untuk kedepannya lebih berpotensi dan lebih baik lagi dari yang sekarang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar